My Reflections on 2016

So many blessing di tahun 2016 yang ga bisa disebut Satu persatu. 

Di mulai dengan awal tahun Januari, dimana terhitung sejak bulan itu saya bisa mencapai cita-cita saya untuk bisa menjadi guru bahasa Jerman di Goethe Institut. Perjuangan 6 bulan selama masa Ausbildung atau pelatihan ternyata gak sia-sia. Bisa merasakan menjadi pengajar di situ buat saya pribadi adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, karena passion saya emang di situ, walaupun banyak rintangan juga.

Nikmat gak melulu soal uang. Di tahun ini juga masih selalu diberi nikmat sehat. Melihat berita-berita tentang orang yang menderita kanker atau berbagai penyakit lainnya membuat saya sangat aware tentang kesehatan. Saya takut dimasa tua nanti dijangkiti penyakit. Naudzubillahi mindzalik. Semoga di tahun 2017 ini saya bisa rutin berolahraga dan lebih Konsisten dalam menjaga kesehatan. Aamiin

Bersyukur juga hidup di negara yang masih bisa dibilang “aman”, jauh dari konflikt, bisa tidur dan makan yang enak. Bisa kumpul bersama keluarga ditengah kesibukan, punya temen-temen yang care. 

Akhirnya di bulan Desember ini tugas online DLL selesai. Hupfff…bisa nafas sebentar. Dan satu nikmat lagi yang tidak disangka-sangka yaitu bisa menginjakkan kaki lagi ke Jerman dan sekitar nya. Terima kasih kepada atasan saya yang mempercayakan saya berangkat ke sana dan Alhamdulillah membawa hasil yang baik. GW LULUS C1 dengan penuh perjuangan. 🙂

Akhir kata saya ucapkan. Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat di tahun 2016. Dan saya tutup dengan harapan-harapan saya untuk tahun 2017. Semoga di tahun 2017:

  • Saya bisa menjadi pribadi yang lebih positif, 
  • Ditambahin lagi stock sabarnya,
  • Sifat-sifat negatif bisa saya perbaiki atau minimal saya kurangi,
  • Ga mau cepet menilai orang dari sikapnya, 
  • Bisa memperbaiki ibadah, kalau bisa lebih tepat waktu sholatnya, 
  • Jangan keseringan menunda-nunda pekerjaan, 
  • Bisa mengurangi kecanduan bermain sosial media, #noted
  • Bisa lebih sabar menghadapi macam-macam orang ketika diperjalanan,
  • Bisa lebih amanat menjalankan tugas sebagai guru atau menyampaikan ilmu.
  • Bisa lebih Adil memperlakukan murid-murid,
  • Bisa ngurangin kecendrungan belanja online maupun non online, intinya jangan boros. Inget! Beli barang yang kamu butuhkan saja, ta!
  • Bisa lebih bersyukur lagi, kurangin mengeluh!
  • Dan semoga hal yang belum bisa terlaksana di 2016 bisa tercapai di 2017. Allahuma aamiin. 
Advertisements

Ein Beispiel der Statistikbeschreibung C1

Bei der C1-Prüfung sollen die Prüflinge eine Statistik beschreiben. Hier Teile ich meine Statistikbeschreibung aus meinem C1-Kurs. Wenn es Fehler auftaucht, bitte ich um Ihre Korrektur.

Hier ist ein Beispiel aus Übungsatz 01, Goethe Zertifikat C1.

Kinder beurteilen Kinder.

1. Welche Ergebnisse der Grafik finden Sie besonders interessant oder überraschend?

Die Statistik stellt die Beurteilung der Kinder von den anderen Kindern in Deutschland dar. Die Befragten waren Kinder im Alter von 8 bis 11 Jahren. Die Daten wurden von Globus erhoben und erfolgen im Prozent.

Die Statistik ist für mich erstaunlich. Nach der Angabe der Grafik ist es nicht nur für die Jungen, sondern auch für die Mädchen sehr wichtig, dass sie immer zu ihren Freunden halten. Es ist auch festzustellen, dass 86 bis 90 % der Kinder viel Wert auf die Hilfsbereitschaft legen. Meines Erachtens fühlen die Kinder sich nicht allein, wenn die anderen ihnen in schwierigen Situationen helfen. „Gut in der Schule sein“, „gut aussehen“ und „sportlich sein“ liegen im mittleren Feld. Meine Auffassung dazu ist, dass die Kinder weniger Wert auf diese Dinge legen. Wichtiger für sie ist, dass sie Freude mit Freundschaften haben. Hierzu kann man als gutes Beispiel anführen, dass sie viel lachen und lustige Freunde haben.

2. Welche Rolle spielt das familiäre Umfeld für die Entstehung und Entwicklung von Freundschaften?

3. Welche Bedeutung haben Freunde allgemein für unser Leben?

Freunde spielen eine bedeutsame Rolle nicht nur für die Kinder, sondern auch für die Erwachsenen. Menschen brauchen ein gutes soziales Umfeld, um ihre Schwierigkeiten zu teilen oder um die Unterstützung zu bekommen und zu geben.

4. Welche Eigenschaften bei Ihren Freunden waren Ihnen in Ihrer Kindheit wichtig?

Als ich noch klein war, hatte ich viele Freunde. Wir haben oft draußen gespielt. Für mich persönlich halte ich die Ehrlichkeit, die Hilfsbereitschaft und den Spaß bei der Freundschaft für am wichtigsten. Wenn jemand mich anlügt, wird es für mich schwer, unsere Beziehung zu verbessern. Ich brauche auch Freunde, die immer für mich da sind. Nicht nur in meinen guten Zeiten, sondern auch in meinen schlechten Zeiten.

5. Was kann ein Kind zu einem Außerseiter machen?

Zum Glück hatte ich viele Freunde, so war ich keine Außerseiterin. In Bezug auf Außerseiter spielt die Familie eine große Rolle. Die Eltern sollten ihre Kinder nicht begrenzen und ihnen vorschreiben, mit wem sie spielen dürfen. Natürlich sollen die Kinder nur mit lieben Kindern spielen. Meine Überzeugung ist, dass die Kinder draußen spielen dürfen oder sich nicht immer nur mit Ipad oder Smartphone beschäftigen sollten.

Zusammenfassung

Abschließend lässt sich dazu anmerken, dass schöne Erinnerungen aus der Kindheit länger halten, wenn die Kinder erwachsen sind. Lassen Sie die Kinder ihre Umfelder näher kennen lernen.

Ich hoffe, dass ich Ihnen helfen kann. Auf Ihre Feedbacks freue ich mich :).

Ujian Berbicara Seritifikat A1 Bahasa Jerman

Guten Tag!

Untuk bisa lulus dalam menempuh ujian Sertifikat bahasa Jerman tingkat A1 di Goethe Institut, seseorang harus mempunyai kompetensi tidak hanya menulis (schreiben) dan membaca (Leseverstehen), tetapi juga mendengar (hören) dan berbicara (sprechen).

Sekarang saya mau membuka rahasia, bagaimana caranya bisa lulus ujian sertifikat A1 Bahasa Jerman bagian berbicara (Sprechen A1).

Ujian berbicara terdiri dari 3 bagian ( Teil I, Teil II und Teil III).
Berikut saya jelaskan bagaimana bentuknya dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Bagian Pertama (Teil I)
Pada ujian berbicara bagian pertama, seseorang dituntut untuk bisa memperkenalkan dirinya dalam bahasa Jerman. Adapun poin-poin yang harus disebutkan adalah berikut ini:

image

Ada 7 poin yang harus disebutkan seperti gambar di atas dan berikut ulasannya.
– Name
Menyebutkan nama dalam bahasa jerman ada beberapa alternativ, misalnya:

  • Mein Name ist Maria Schiller/
  • Ich bin Maria Schiller/
  • Ich heiße Maria Schiller.

Dengan menyebutkan nama seperti itu sudah cukup, namun akan terlihat lebih bagus jika peserta ujian menambah sedikit informasi seperti contoh di bawah ini:

  • Schiller ist mein Vorname. Viele Freunde nennen mich Maria.


– Alter

Untuk menyebutkan umur, anda bisa menggunakan kalimat ini:

  • Ich bin 23 Jahre alt.


– Land

Peserta ujian harus menyebutkan darimana ia berasal. Berikut alternativnya.

  • Ich komme aus Italien.
  • Ich bin aus Italien.


– Wohnort

Sebutkan juga dimana Anda tinggal. 

  • Ich wohne in Berlin.
  • Ich lebe in Jakarta.


– Sprachen

Sebutkan juga bahasa apa yang anda kuasai.

  • Ich spreche Englisch, Spanisch und Französisch.
  • Ich kann Deutsch sprechen.
  • Meine Muttersprache ist Indonesisch, aber ich kann Englisch und ein bisschen Deutsch sprechen.

    Beruf

    Ceritakan apa pekerjaan anda saat ini. berikut alternatifnya:

    • Ich bin Schülerin/ Student.
    • Ich arbeite als Arzt.
    • Ich bin Sekretärin von Beruf.
    • Ich arbeite bei Siemens.


    Hobby

    Ceritakan apa hobbymu.

    • Mein Hobby ist Fußball.
    • Meine Hobbys sind Fußball und Schwimmen.
    • Ich lese Bücher in meiner Freizeit.

    Itu adalah test berbicara A1, bagian pertama (Teil 1). Hal yang harus ditekankan adalah, bahwa peserta harus menyebutkan semua poin, bila perlu latih juga bagaimana pelafalannya. Karena berpengaruh juga dalam penilaian.

    Untuk bagian kedua (Teil 2) klik disini.

    Indahnya Salju di Pegunungan Alpen

    10.12.2016

    Pukul 03.45 saya sudah bergegas dari kota München menuju Hackerbrücke, München ZOB (Zentrale Omnibusbahnhof), atau dalam bahasa Indonesia terminal bus. Saya harus mengejar Spätbus yang berangkat pukul 04.13.

    Beruntunglah saya sudah cukup tidur dan nanti bisa lanjut tidur di Bus. Perjalanan kali ini menuju sebuah tempat bermain Ski di pegunungan Alpen, Austria yang bernama Serfaus-Fiss-Ladis. Orang-orang sudah siap dengan peralatan ski nya, sementara saya tidak membawa apa-apa. 😀

    Ya, saya sengaja datang ke sini bukan untuk bermain ski, melainkan untuk melihat indahnya pegunungan Alpen dan bermain salju. Maklum, di Indonesia ga ada salju :p

    Perjalanan kali ini saya menggunakan bus “Tagesfahrt” yang artinya bus tersebut memang hanya untuk perjalanan dalam waktu satu hari dan ongkos perjalanan sudah untuk berangkat dan pulang (p.p).

    Bus yang saya gunakan dari travel Schneebeben. Untuk biaya nya menurut saya cukup terjangkau, 60€ atau sekitar RP.870.000. Dan di dalamnya sudah termasuk biaya untuk naik cable car atau Seilbahn sebesar 5€. 5€ tersebut hanya uang deposit untuk tiket masuknya, saat kita mengembalikan kartu, maka uang 5€ pun akan kembali. Jadi sebenarnya harga busnya hanya 55€ atau sekitar RP. 825.000.

    Saya jelaskan, mengapa itu lumayan. Bus itu sudah untuk tiket PP, tiket untuk Cable car di Areal pegunungan dan juga snack beserta sarapan. Cable car di sini boleh dipakai sebebasnya dan bisa untuk berkeliling area pegunungan.

    Saya cukup puas dengan pelayanan bus ini, walaupun saat berangkat agak terlambat. Namun ada yang menurut saya kurang pas, yaitu pelayanan dari pengendara bus, yang menurut saya sedikit kurang ramah. 😀

    Acara selesai pukul 18.30. Tapi saya pribadi tidak kuat bermain lama-lama di luar, karena semakin sore semakin dingin. Alhasil pukul 16.00 saya sudah Turin dan bersembunyi di Café untuk menghangatkan badan. 

    Saya sangat suka perjalanan ini, kenapa? Karena akhirnya saya bisa bermain salju. :D. Tahun 2014, saat Winter tidak ada salju, jadi saya sangat sedih saat itu. Untunglah punya kesempatan lagi bisa ke Europa lagi.

    Oh iya, dari yang saya dengar, salju di sini buatan. Karena salju belum turun dan daerah ini memang dikhususkan untuk para pemain ski. Walaupun, saya dengar di Alpen terdapat juga salju abadi. Tapi yang jelas bukan di sini. 

    Saya pun tidak lupa mengambil foto-foto saat di sana.

     
    Untuk yang ingin menikmati salju juga, bisa pakai jasa itu ya. Recomended kok 😉

    Jatuh Cinta Untuk Kedua Kalinya Pada Kota Praha

    5. Dezember 2016

    “Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan”, begitulah bunyi ayat Surat Ar-Rahman yang selalu mengajarkan ku untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmatnya.

    Maha baik Allah SWT. Pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Europa lagi. Kali ini semuanya sudah ditanggung perusahaan. 

    Saya berkesempatan untuk memperdalam lagi bahasa Jerman saya di Goethe Institut Dresden. Wah, kota ini berbatasan dengan kota Praha, yang menurut saya sangat indah dengan segala tata bangunannya. Kebetulan (walaupun di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah diatur oleh Allah SWT), teman sekelas saya ingin berkunjung ke kota Praha, Ibu kota Republik Cheko. 

    Waaahh… Saya langsung tertarik untuk ikutan, karena jaraknya tidak begitu jauh hanya 2 jam dari kota Dresden, Tampa pikir panjang saya langsung membeli tiket. Perjalanan kali ini kami menggunakan bus jarak jauh (Fernbus) bernama Flixbus. Fyi, anak muda di Jerman saat ini sangat gemar berjalan-jalan dengan menggunakan Fernbus loh. Kenapa? Betul sekali, karena harga tiket kereta yang bisa dibilang ” muahal”. Oh, iya, kemarin harga tiket bus saya yaitu 28,50€ atau sekitar Rp.450.000 p.p. Lumayan khaaann…

    Perjalanan kali ini bersama teman-teman yang berasal darin Mexiko, India dan Rusia. Di dalam bus kami hanya berbicara dalam bahasa Jerman lumayan lah untuk memperlancar bahasa saya yang masih stuck di tempat.

    Kami berangkat dari Dresden Hbf( Main Station) pukul 08.30, dan Tina di Kota Praha sekitar pukul 10.30. Ya, perjalanan kami memakan waktu 2 jam, kebayang kan betapa dekatnya. 🙂

    Di sana kami ditemani oleh salah Satu pegawai Goethe Institut Praha, dia adalah Kollegs darin teman saya yang berasal dari India. Waah.. Beruntungnya, jadi kami tidak perlu pusing mencari-cari jalan.

    Begitu sampai, kami berjalan-jalan sebentar sampai ke Jam Astrologi. Saat itu pukul 12.00, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan jam itu bergerak karena pergerakan matahari.

    Banyak banget kan, orang yang berkumpul?

    Setelah itu kami pun lapar dan pergi ke suatu restoran yang menyediakan makanan khas Praha. Cuaca yang sangat dingin membuat kami sangat lapar. Seperti biasa, orang asing selalu kaget dengan keberadaan tongsis a.k.a Tongkat Narsis/ selfie. Jadi, sebelum makan, kami bernarsis ria dulu. Kata salah Satu teman “Etha, keluarkan tongkat ajaib kamu”. Taraaa

    Di sana saya makan nasi risoto yang vegetarisch saja, untuk menghindari bahan-bahan makanan yang tidak diperbolehkan. 

    Perut pun sudah terisi, kami melanjutkan perjalanan ke Charles Bridge. Indahnya tata kota di sini membuat saya selalu ingin kembali bernostalgia di kota ini. Tahun 2014 saya sudah pernah ke kota ini bersama teman saya bisa dibaca di sini

    “Etha, keluarkan tongkat ajaibmu”

    Cuaca saat itu kurang bersahabat. Sangat dingin dan berkabut pada sore hari.-4°C bagi saya yang terbiasa tinggal di daerah tropis, itu sangat terasa dingin. 

    Bisa terlihat kan kabutnya?

    Kami pun pergi lagi ke suatu kedai untuk sekedar menghangatkan badan, misalnya dengan meminum kopi atau teh. Fyi, kali ini pelayannya agak kurang ramah. Mungkin, karena kami hanya memesan minuman, bukan makanan berat kali ya. Hehe.

    Pukul 20.30 kami kembali ke bus untuk perjalanan pulang. Begitu 15 menit bus berjalan, ada Satu penumpang yang terkenan Epilepsi. Wah, awalnya kami tidak tahu, mengapa bus berhenti di pom Bensin sangat lama. Kemudian salah Satu teman kami mengecek. Dan ternyata sudah ada mobil ambulance di samping bus kami. Penumpang tersebut berdalih untuk tetap ikut bersama bus kami, tetapi sang sopir tidak ingin mengambil resiko. Drama pun berlanjut sampai sekitar 1 jam dan membuat kami terlambat sampai Rumah. 00.15 kami Tina di Rumah dan sangat lelah, kedinginan, ada Drama. 

    Sekali lagi, tidak ada perjalanan yang mulus 100%. Akan selalu ada cerita dibaliknya, baik yang manis ataupun pahit. 🙂

    FAQ: “Kenapa sih Belajar Bahasa Jerman Susah?”

    Guten Morgen allerseits.

    Kali ini saya mau mencoba menjawab pertanyaan “mainstream” dari pembelajar bahasa Jerman, “kenapa sih belajar bahasa Jerman susah?”.

    Perlu diketahui setiap orang memiliki kecerdasan masing-masing. Tidak semua orang memiliki kecerdasan bahasa. Hal ini yang perlu diketahui orang tua, agar tidak memaksakan anaknya untuk belajar bahasa Jerman. 

    Apa itu kecerdasan bahasa? 

    Menurut artikel yang saya baca di https://kloponom.wordpress.com/paud/kecerdasan-majemuk/kecerdasan-bahasa/
    “Kecerdasan Bahasa adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Kecerdasan ini meliputi kemampuan menggunakan tata bahasa, bunyi bahasa, makna bahasa, dan penggunaan praktis bahasa.”

    Oleh karena itu perlu dipahami, mengapa seorang anak selalu mendapatkan nilai yang kurang memuaskan dalam struktur atau Grammatik misalnya. Mungkin saja kecerdasan bahasa anak tersebut tidak terlalu menonjol. 

    Orang yang memiliki kecerdasan bahasa, cenderung mempunyai kemampuan untuk membandingkan tata bahasa yang dipelajarinya sekarang dengan tata bahasa yang pernah dipelajari sebelumnya. Misalnya saja, seseorang sedang belajar bahasa Jerman, hal yang sering terjadi adalah mereka pernah mempelajari bahasa Inggris. Hal tersebut sangat membantu atau mempermudah pembelajar untuk membandingkan kedua bahasa tersebut. Sehingga si pembelajar tidak mengalami kesulitan dalam belajar.

    “Kenapa ada artikel pada benda dalam bahasa jerman? Itu sangat menyulitkan. Kami harus menghafalnya”. Kita juga harus sadar. Bahwa setiap bahasa di dunia memiliki keunikannya masing-masing. Justru itulah yang menjadi daya tarik dalam mempelajari bahasa. Cara yang saya lakukan untuk menaklukan kesulitan ini adalah dengan membandingkannya ke dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris, benda pun sebenarnya memiliki artikel, contohnya “the book” dalam bahasa Jerman “das Buch”. Selain itu ,ada kok ciri-cirinya yang bisa mempermudah kalian dalam mempelajari artikel. Klik here

    Tentu saja itu bukan faktor utama dalam mempelajari bahasa. Selain bakat natural yang dimiliki seseorang, seseorang perlu juga belajar mandiri. Misalnya saja seseorang mendapat materi di sekolah atau di tempat kursus. Belajar mandiri sangat menunjang seseorang untuk bisa mahir dalam berbahasa, khususnya bahasa Jerman.

    Semoga artikel ini bisa sedikit memberi pencerahan bagi para pembelajar bahasa Jerman.

    Auf Wiedersehen

    Tradisi Perayaan Ulang Tahun di Jerman

    “zum Geburtstag viel Glück…zum Geburtstag viel Glück…zum Geburtstag liebe Lisa…zum Geburtstag viel Glück…”

    Dinyanyikan dengan nada “Happy birthday to you”. Lagu itu lah yang sering dinyanyikan orang-orang di Jerman, jika teman, sahabat atau keluarga mereka sedang berulang tahun.Lalu, bagaimanakah tradisi perayaan ulang tahun di Jerman? Apakah sama dengan yang ada di Indonesia?

    Tidak seperti di Indonesia, anak-anak di Jerman merayakan ulang tahun secara sederhana. Mereka biasanya mengundang beberapa tamu saja, misalnya hanya 10 orang, itupun yang mereka anggap benar-benar akrab. Jadi yang boleh datang hanyalah tamu yang mendapat undangan. Mereka biasanya memaklumi jika tidak diundang, yang saya maksud adalah, mereka tidak akan bergosip “kenapa saya ga diundang?”

    Di dalam undangan biasanya orang tua menulis catatan, kado apa yang sedang diinginkan oleh sang anak yang berulang tahun. Misalnya: Saat ini Michelle sedang menginginkan buku cerita karangan Grimm bersaudara atau boneka barbie. Tamu pun akan berusaha memberikan kado sesuai keiinginan sang anak. Tentu saja itu bukan merupakan kewajiban, tetapi sang tamu akan berusaha untuk membuat sang anak yang berulang tahun tidak kecewa. Dengan adanya pemberitahuan seperti itu, sang tamu menjadi lebih tahu, kado apa yang harus mereka siapkan.

    Makanan yang biasa disajikan tentunya kue ulang tahun, coklat, sosis dengan kentang goreng maupun salat. Pada musim panas mereka biasanya mengadakan pesta ulang tahun dengan ber-barbeque atau grillen dan diadakan di kebun. Sambil menunggu daging atau sosis selesai dipanggang, anak-anak biasanya diiringi orang tua untuk merakit sesuatu atau mewarnai gambar. Misalnya membuat gelang ronce,dll.

    Kastania Privat Bahasa Jerman

    Hallo, wie geht’s? Mau kursus privat bahasa Jerman dengan harga terjangkau? Bisa perorangan maupun kelompok.

    Hallo, wie geht´s es euch? Habt ihr Lust, Deutsch zu lernen? Privat oder in kleiner Gruppe.

    Saya menyelesaikan pendidikan bahasa Jerman saya di UNJ, yang memang dikhususkan untuk mengajar. Pernah bekerja di Perpustakaan Goethe Institut dan kemudian memutuskan untuk tinggal selama 1 tahun di Jerman guna memperlancar berbicara bahasa Jerman.

    Ich habe Deutsch für Pädagogik an der UNJ studiert. Habe auch mal in der Bibliothek des Goethe Institut gearbeitet, dann habe ich mich dafür entschieden, ein Jahr in Deutschland zu leben, um bessere Deutschkentnisse zu haben.

    Di Jerman saya pun mengambil kursus persiapan ujian C1. Sebelum berangkat ke Jerman, saya pun berpengalaman mengajar selama 3 tahun. Sekedar info juga, saat ini saya bekerja menjadi guru bahasa Jerman di Goethe Institut Jakarta.

    In Deutschland habe ich an einen Vorbereitungkurs C1 teilgenommen. Bevor ich nach Deutschland geflogen bin, habe ich auch 3 Jahre Erfahrungen, Deutsch zu unterrichten. Zur Info, ich arbeite momentant als Deutschlehrerin im Goethe Institut Jakarta.

    Bagi anda yang berminat untuk privat bahasa Jerman dan berdomisili di daerah Depok, Lenteng Agung, Cijantung, Kalibata, Sawangan, Pasar Rebo, maupun pasar minggu. Anda bisa menghubungi saya di kontak berikut:

    Wenn ihr Lust habt und in Depok, Lenteng Agung, Cijantung, Kalibata, Sawangan, Pasar Rebo oder in Pasar Minggu wohnt. Worauf wartet ihr noch? Meldet euch unter dieser Nummer:

    Hp/ whatsapp : 0899 0000 178
    Line : ethariesta
    Email : ethariesta@gmail.com

    Belajar bahasa Jerman dalam Grup (bukan grup Whatsapp ya) maksudnya bersama, misalnya 3 orang. harganya lebih murah loh!
    Tunggu apalagi 😉

    Deutsch lernen in der Gruppe kostet günstiger 😉

    Fyi: Saya juga punya Kontakt untuk pengurusan Studienkolleg und pencarian Wohnung atau tempat tinggal di Jerman. Silahkan membuat Termin dengan saya

    Dapet kabar gembira, setelah nunggu 1 bulan. Visa murid saya ke Jerman diterima ^6^

    Alhamdulillah murid saya lulus ujian A1 ^^

    Murid saya akhirnya tiba di Bochum ^^

    image

    image

    Murid saya baru saja lulus ujian A2, padahal Modell ujiannya baru. Great

    Last updated 31.05.2017

    Iseng-iseng edit Video hasil karya anak2