Indahnya Salju di Pegunungan Alpen

10.12.2016

Pukul 03.45 saya sudah bergegas dari kota München menuju Hackerbrücke, München ZOB (Zentrale Omnibusbahnhof), atau dalam bahasa Indonesia terminal bus. Saya harus mengejar Spätbus yang berangkat pukul 04.13.

Beruntunglah saya sudah cukup tidur dan nanti bisa lanjut tidur di Bus. Perjalanan kali ini menuju sebuah tempat bermain Ski di pegunungan Alpen, Austria yang bernama Serfaus-Fiss-Ladis. Orang-orang sudah siap dengan peralatan ski nya, sementara saya tidak membawa apa-apa. 😀

Ya, saya sengaja datang ke sini bukan untuk bermain ski, melainkan untuk melihat indahnya pegunungan Alpen dan bermain salju. Maklum, di Indonesia ga ada salju :p

Perjalanan kali ini saya menggunakan bus “Tagesfahrt” yang artinya bus tersebut memang hanya untuk perjalanan dalam waktu satu hari dan ongkos perjalanan sudah untuk berangkat dan pulang (p.p).

Bus yang saya gunakan dari travel Schneebeben. Untuk biaya nya menurut saya cukup terjangkau, 60€ atau sekitar RP.870.000. Dan di dalamnya sudah termasuk biaya untuk naik cable car atau Seilbahn sebesar 5€. 5€ tersebut hanya uang deposit untuk tiket masuknya, saat kita mengembalikan kartu, maka uang 5€ pun akan kembali. Jadi sebenarnya harga busnya hanya 55€ atau sekitar RP. 825.000.

Saya jelaskan, mengapa itu lumayan. Bus itu sudah untuk tiket PP, tiket untuk Cable car di Areal pegunungan dan juga snack beserta sarapan. Cable car di sini boleh dipakai sebebasnya dan bisa untuk berkeliling area pegunungan.

Saya cukup puas dengan pelayanan bus ini, walaupun saat berangkat agak terlambat. Namun ada yang menurut saya kurang pas, yaitu pelayanan dari pengendara bus, yang menurut saya sedikit kurang ramah. 😀

Acara selesai pukul 18.30. Tapi saya pribadi tidak kuat bermain lama-lama di luar, karena semakin sore semakin dingin. Alhasil pukul 16.00 saya sudah Turin dan bersembunyi di Café untuk menghangatkan badan. 

Saya sangat suka perjalanan ini, kenapa? Karena akhirnya saya bisa bermain salju. :D. Tahun 2014, saat Winter tidak ada salju, jadi saya sangat sedih saat itu. Untunglah punya kesempatan lagi bisa ke Europa lagi.

Oh iya, dari yang saya dengar, salju di sini buatan. Karena salju belum turun dan daerah ini memang dikhususkan untuk para pemain ski. Walaupun, saya dengar di Alpen terdapat juga salju abadi. Tapi yang jelas bukan di sini. 

Saya pun tidak lupa mengambil foto-foto saat di sana.

 
Untuk yang ingin menikmati salju juga, bisa pakai jasa itu ya. Recomended kok 😉

Jatuh Cinta Untuk Kedua Kalinya Pada Kota Praha

5. Dezember 2016

“Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan”, begitulah bunyi ayat Surat Ar-Rahman yang selalu mengajarkan ku untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmatnya.

Maha baik Allah SWT. Pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Europa lagi. Kali ini semuanya sudah ditanggung perusahaan. 

Saya berkesempatan untuk memperdalam lagi bahasa Jerman saya di Goethe Institut Dresden. Wah, kota ini berbatasan dengan kota Praha, yang menurut saya sangat indah dengan segala tata bangunannya. Kebetulan (walaupun di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah diatur oleh Allah SWT), teman sekelas saya ingin berkunjung ke kota Praha, Ibu kota Republik Cheko. 

Waaahh… Saya langsung tertarik untuk ikutan, karena jaraknya tidak begitu jauh hanya 2 jam dari kota Dresden, Tampa pikir panjang saya langsung membeli tiket. Perjalanan kali ini kami menggunakan bus jarak jauh (Fernbus) bernama Flixbus. Fyi, anak muda di Jerman saat ini sangat gemar berjalan-jalan dengan menggunakan Fernbus loh. Kenapa? Betul sekali, karena harga tiket kereta yang bisa dibilang ” muahal”. Oh, iya, kemarin harga tiket bus saya yaitu 28,50€ atau sekitar Rp.450.000 p.p. Lumayan khaaann…

Perjalanan kali ini bersama teman-teman yang berasal darin Mexiko, India dan Rusia. Di dalam bus kami hanya berbicara dalam bahasa Jerman lumayan lah untuk memperlancar bahasa saya yang masih stuck di tempat.

Kami berangkat dari Dresden Hbf( Main Station) pukul 08.30, dan Tina di Kota Praha sekitar pukul 10.30. Ya, perjalanan kami memakan waktu 2 jam, kebayang kan betapa dekatnya. 🙂

Di sana kami ditemani oleh salah Satu pegawai Goethe Institut Praha, dia adalah Kollegs darin teman saya yang berasal dari India. Waah.. Beruntungnya, jadi kami tidak perlu pusing mencari-cari jalan.

Begitu sampai, kami berjalan-jalan sebentar sampai ke Jam Astrologi. Saat itu pukul 12.00, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan jam itu bergerak karena pergerakan matahari.

Banyak banget kan, orang yang berkumpul?

Setelah itu kami pun lapar dan pergi ke suatu restoran yang menyediakan makanan khas Praha. Cuaca yang sangat dingin membuat kami sangat lapar. Seperti biasa, orang asing selalu kaget dengan keberadaan tongsis a.k.a Tongkat Narsis/ selfie. Jadi, sebelum makan, kami bernarsis ria dulu. Kata salah Satu teman “Etha, keluarkan tongkat ajaib kamu”. Taraaa

Di sana saya makan nasi risoto yang vegetarisch saja, untuk menghindari bahan-bahan makanan yang tidak diperbolehkan. 

Perut pun sudah terisi, kami melanjutkan perjalanan ke Charles Bridge. Indahnya tata kota di sini membuat saya selalu ingin kembali bernostalgia di kota ini. Tahun 2014 saya sudah pernah ke kota ini bersama teman saya bisa dibaca di sini

“Etha, keluarkan tongkat ajaibmu”

Cuaca saat itu kurang bersahabat. Sangat dingin dan berkabut pada sore hari.-4°C bagi saya yang terbiasa tinggal di daerah tropis, itu sangat terasa dingin. 

Bisa terlihat kan kabutnya?

Kami pun pergi lagi ke suatu kedai untuk sekedar menghangatkan badan, misalnya dengan meminum kopi atau teh. Fyi, kali ini pelayannya agak kurang ramah. Mungkin, karena kami hanya memesan minuman, bukan makanan berat kali ya. Hehe.

Pukul 20.30 kami kembali ke bus untuk perjalanan pulang. Begitu 15 menit bus berjalan, ada Satu penumpang yang terkenan Epilepsi. Wah, awalnya kami tidak tahu, mengapa bus berhenti di pom Bensin sangat lama. Kemudian salah Satu teman kami mengecek. Dan ternyata sudah ada mobil ambulance di samping bus kami. Penumpang tersebut berdalih untuk tetap ikut bersama bus kami, tetapi sang sopir tidak ingin mengambil resiko. Drama pun berlanjut sampai sekitar 1 jam dan membuat kami terlambat sampai Rumah. 00.15 kami Tina di Rumah dan sangat lelah, kedinginan, ada Drama. 

Sekali lagi, tidak ada perjalanan yang mulus 100%. Akan selalu ada cerita dibaliknya, baik yang manis ataupun pahit. 🙂

FAQ: “Kenapa sih Belajar Bahasa Jerman Susah?”

Guten Morgen allerseits.

Kali ini saya mau mencoba menjawab pertanyaan “mainstream” dari pembelajar bahasa Jerman, “kenapa sih belajar bahasa Jerman susah?”.

Perlu diketahui setiap orang memiliki kecerdasan masing-masing. Tidak semua orang memiliki kecerdasan bahasa. Hal ini yang perlu diketahui orang tua, agar tidak memaksakan anaknya untuk belajar bahasa Jerman. 

Apa itu kecerdasan bahasa? 

Menurut artikel yang saya baca di https://kloponom.wordpress.com/paud/kecerdasan-majemuk/kecerdasan-bahasa/
“Kecerdasan Bahasa adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Kecerdasan ini meliputi kemampuan menggunakan tata bahasa, bunyi bahasa, makna bahasa, dan penggunaan praktis bahasa.”

Oleh karena itu perlu dipahami, mengapa seorang anak selalu mendapatkan nilai yang kurang memuaskan dalam struktur atau Grammatik misalnya. Mungkin saja kecerdasan bahasa anak tersebut tidak terlalu menonjol. 

Orang yang memiliki kecerdasan bahasa, cenderung mempunyai kemampuan untuk membandingkan tata bahasa yang dipelajarinya sekarang dengan tata bahasa yang pernah dipelajari sebelumnya. Misalnya saja, seseorang sedang belajar bahasa Jerman, hal yang sering terjadi adalah mereka pernah mempelajari bahasa Inggris. Hal tersebut sangat membantu atau mempermudah pembelajar untuk membandingkan kedua bahasa tersebut. Sehingga si pembelajar tidak mengalami kesulitan dalam belajar.

“Kenapa ada artikel pada benda dalam bahasa jerman? Itu sangat menyulitkan. Kami harus menghafalnya”. Kita juga harus sadar. Bahwa setiap bahasa di dunia memiliki keunikannya masing-masing. Justru itulah yang menjadi daya tarik dalam mempelajari bahasa. Cara yang saya lakukan untuk menaklukan kesulitan ini adalah dengan membandingkannya ke dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris, benda pun sebenarnya memiliki artikel, contohnya “the book” dalam bahasa Jerman “das Buch”. Selain itu ,ada kok ciri-cirinya yang bisa mempermudah kalian dalam mempelajari artikel. Klik here

Tentu saja itu bukan faktor utama dalam mempelajari bahasa. Selain bakat natural yang dimiliki seseorang, seseorang perlu juga belajar mandiri. Misalnya saja seseorang mendapat materi di sekolah atau di tempat kursus. Belajar mandiri sangat menunjang seseorang untuk bisa mahir dalam berbahasa, khususnya bahasa Jerman.

Semoga artikel ini bisa sedikit memberi pencerahan bagi para pembelajar bahasa Jerman.

Auf Wiedersehen

Tradisi Perayaan Ulang Tahun di Jerman

“zum Geburtstag viel Glück…zum Geburtstag viel Glück…zum Geburtstag liebe Lisa…zum Geburtstag viel Glück…”

Dinyanyikan dengan nada “Happy birthday to you”. Lagu itu lah yang sering dinyanyikan orang-orang di Jerman, jika teman, sahabat atau keluarga mereka sedang berulang tahun.Lalu, bagaimanakah tradisi perayaan ulang tahun di Jerman? Apakah sama dengan yang ada di Indonesia?

Tidak seperti di Indonesia, anak-anak di Jerman merayakan ulang tahun secara sederhana. Mereka biasanya mengundang beberapa tamu saja, misalnya hanya 10 orang, itupun yang mereka anggap benar-benar akrab. Jadi yang boleh datang hanyalah tamu yang mendapat undangan. Mereka biasanya memaklumi jika tidak diundang, yang saya maksud adalah, mereka tidak akan bergosip “kenapa saya ga diundang?”

Di dalam undangan biasanya orang tua menulis catatan, kado apa yang sedang diinginkan oleh sang anak yang berulang tahun. Misalnya: Saat ini Michelle sedang menginginkan buku cerita karangan Grimm bersaudara atau boneka barbie. Tamu pun akan berusaha memberikan kado sesuai keiinginan sang anak. Tentu saja itu bukan merupakan kewajiban, tetapi sang tamu akan berusaha untuk membuat sang anak yang berulang tahun tidak kecewa. Dengan adanya pemberitahuan seperti itu, sang tamu menjadi lebih tahu, kado apa yang harus mereka siapkan.

Makanan yang biasa disajikan tentunya kue ulang tahun, coklat, sosis dengan kentang goreng maupun salat. Pada musim panas mereka biasanya mengadakan pesta ulang tahun dengan ber-barbeque atau grillen dan diadakan di kebun. Sambil menunggu daging atau sosis selesai dipanggang, anak-anak biasanya diiringi orang tua untuk merakit sesuatu atau mewarnai gambar. Misalnya membuat gelang ronce,dll.

Kastania Privat Bahasa Jerman

Hallo, wie geht’s? Mau kursus privat bahasa Jerman dengan harga terjangkau? Bisa perorangan maupun kelompok.

Hallo, wie geht´s es euch? Habt ihr Lust, Deutsch zu lernen? Privat oder in kleiner Gruppe.

Saya menyelesaikan pendidikan bahasa Jerman saya di UNJ, yang memang dikhususkan untuk mengajar. Pernah bekerja di Perpustakaan Goethe Institut dan kemudian memutuskan untuk tinggal selama 1 tahun di Jerman guna memperlancar berbicara bahasa Jerman.

Ich habe Deutsch für Pädagogik an der UNJ studiert. Habe auch mal in der Bibliothek des Goethe Institut gearbeitet, dann habe ich mich dafür entschieden, ein Jahr in Deutschland zu leben, um bessere Deutschkentnisse zu haben.

Di Jerman saya pun mengambil kursus persiapan ujian C1. Sebelum berangkat ke Jerman, saya pun berpengalaman mengajar selama 3 tahun. Sekedar info juga, saat ini saya bekerja menjadi guru bahasa Jerman di Goethe Institut Jakarta.

In Deutschland habe ich an einen Vorbereitungkurs C1 teilgenommen. Bevor ich nach Deutschland geflogen bin, habe ich auch 3 Jahre Erfahrungen, Deutsch zu unterrichten. Zur Info, ich arbeite momentant als Deutschlehrerin im Goethe Institut Jakarta.

Bagi anda yang berminat untuk privat bahasa Jerman dan berdomisili di daerah Depok, Lenteng Agung, Cijantung, Kalibata, Sawangan, Pasar Rebo, maupun pasar minggu. Anda bisa menghubungi saya di kontak berikut:

Wenn ihr Lust habt und in Depok, Lenteng Agung, Cijantung, Kalibata, Sawangan, Pasar Rebo oder in Pasar Minggu wohnt. Worauf wartet ihr noch? Meldet euch unter dieser Nummer:

Hp/ whatsapp : 0899 0000 178
Line : ethariesta
Email : ethariesta@gmail.com

Belajar bahasa Jerman dalam Grup (bukan grup Whatsapp ya) maksudnya bersama, misalnya 3 orang. harganya lebih murah loh!
Tunggu apalagi 😉

Deutsch lernen in der Gruppe kostet günstiger 😉

Dapet kabar gembira, setelah nunggu 1 bulan. Visa murid saya ke Jerman diterima ^6^

Alhamdulillah murid saya lulus ujian A1 ^^

Murid saya akhirnya tiba di Bochum ^^

image

image

Murid saya baru saja lulus ujian A2, padahal Modell ujiannya baru. Great

Last updated 31.05.2017

Iseng-iseng edit Video hasil karya anak2

Berkunjung ke Anne Frank Huis

Masih ingatkah kalian pada gadis kecil yang bernama Anne Frank?
image

Ya, benar. Anne Frank sangat terkenal dengan buku hariannya. Anne Frank atau Annelis Marie Frank adalah gadis kecil kelahiran Frankfurt, Jerman berdarah Yahudi. Pada zaman kekuasaan Nazi di Jerman keberadaan kaum Yahudi terancam, karena adanya gerakan anti-yahudi. Mereka ditangkap dan dimusnahkan di Konzentrationslager atau kamp konsentrasi. Keadaan inilah yang memaksa Anne dan keluarga mengungsi ke Amsterdam, Belanda.

Pada awalnya kehidupan Anne dan keluarga di Amsterdam aman-aman saja, namun pada tahun 1940 kekuasaan Nazi meluas hingga ke Belanda dan keberadaan keluarga Yahudi semakin terancam, mereka dilarang bersekolah di sekolah umum, melainkan di sekolah khusus kaum Yahudi dan mereka pun dilarang berbelanja di pertokoan. Keadaan inilah yang membuat Anne dan keluarga harus tinggal di sebuah rumah persembunyian/ das Hinterhaus yang sebenarnya adalah kantor milik ayahnya yang terletak di jalan Prisengracht 263. Di gedung inilah Anne beserta keluarga bersembunyi selama kurang lebih 2 tahun. bayangkan…2 tahun hanya bersembunyi di rumah. Apa rasanya ya?

image

Anne dan keluarga tidak bisa menikmati indahnya kehidupan luar. Beruntunglah ada Miep (bukan kaum Yahudi) yang menyediakan bahan keperluan sehari-hari. Di rumah persembunyian ini Anne beserta keluarga tinggal bersama dengan keluarga Pels.

Nah, kehidupan selama persembunyian inilah yang ditulis Anne dalam buku hariannya yang diberi nama “Kitty”. Kitty sebenarnya adalah karakter fiksi dalam novel Joop ter Heul karya Cissy van Marxveldt yang sering dibacanya. Buku harian ini adalah hadiah ulang tahunnya.

Pada 4 Agustus 1944 keberadaan Anne dan keluarga di rumah persembunyian diketahui oleh Polisi Nazi. Mereka akhirnya tertangkap dan diungsikan di kamp konsentrasi Ausschwitz. Buku harian Anne tertinggal di rumah persembunyian itu dan Miep menyimpannya.

Hingga akhirnya perang dunia ke-2 berakhir, para tahanan Yahudi pun dibebaskan. Otto Frank, ayah Anne adalah satu-satunya orang diantara penghuni Hinterhaus yang bisa bertahan hidup di keluarga Anne. Ia mencari keberadaan Anne, Margot (kakak Anne), dan istrinya. Sayangnya, mereka tidak bisa bertahan hidup. Dengan perasaan yang hancur ayah Anne kemudian menerima buku harian Anne dari Miep dan menerbitkannya demi memenuhi keinginan putrinya untuk menjadi seorang penulis.
Buku harian Anne yang berjudul “Das Hinterhaus”. Buku ini sangat terkenal dan sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan rumah persembunyian tersebut kini sudah dijadikan museum dan siapapun bisa mengunjunginya.

image

Pada 13/12/2014 saya bersama teman saya asal Bulgaria berkunjung ke Amsterdam dan ide tentang “Museum Anne Frank Huis” muncul dari teman saya, karena dia sangat terkesan dengan Film “The Fault in Our Stars”. Di dalam film ini diceritakan bahwa Hazel dan Gus berkunjung ke museum ini. Sayapun tidak berpikir panjang lagi. Kebetulan saya sendiri juga sangat menyukai sejarah tentang gadis kecil ini. Saya sudah menonton filmya dan membaca-baca literaturnya. Tapi belum sempat membaca buku harian versi aslinya sih. :p

Pada saat itu harga tiket masuknya adalah sebesar 10 € atau sekitar Rp. 150.000. Sayangnya kami tidak diperbolehkan mengambil gambar di dalam museum. Tetapi kalau kalian googling, kalian bisa lihat kok, isinya seperti apa. Di museum ini masih dipertahankan bentuk aslinya, bahkan rak buku yang dijadikan pintu persembunyian masih dipertahankan bentuknya. Di dalam museum ini di pasang beberapa lembar isi buku harian Anne yang dipajang didinding-dinding museum.

NB: kalau kalian berkunjung ke Amsterdam dan menyukai sejarah, jangan lupa berkunjung ke museum Anne Frank (Anne Frank Huis) ya.

image

Tulisan ini diambil dari berbagai sumber, untuk keterangan selanjutnya anda bisa membacanya di:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Anne_Frank
http://www.annefrank.org/de/Anne-Frank/Anne-Franks-Geschichte-im-Uberblick/

Untitled

Pengahrapan ini rasanya sama seperti menunggu acc dari dosen kapan boleh sidang.

Yang aku tahu, Allah pasti punya rencana tersendiri kapan Dia mau acc.
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan bersabar. Karena akan tiba waktunya yang aku tunggu datang.

Kita tidak bisa menyalahkan Qada, karena apa yg menurut kita baik, belum tentu menurut Allah baik.

Sebagai hambaNya, aku hanya terus memanjatkan doa agar disegerakan. Allahuma aamiin

Menjadi Aupair Perlu Pakai Agen Atau Tidak?

Hallo, kali ini saya mencoba menjawab pertanyaan “mainstream”. Perlu pakai agen atau gak sih kalau mau jadi Aupair?

Hmm.. bukan bermaksud menjatuhkan pihak lain. Tapi saya sendiri menyarankan sebaiknya tidak perlu memakai jasa agen. Mengapa?
Karena mahal. Mending uangnya dipakai untuk memperdalam bahasa, dalam artian carilah tempat kursus bahasa Jerman yang benar2 mempersiapkan kebahasaan kalian di sana. Bukan hanya grammatik, tetapi juga informasi budaya. Jangan sampai begitu tiba di Jerman, anda mengalami kesalahpahaman karena kurangnya pengetahuan tentang budaya.

Nanti cari GF nya gimana?
Kamu bisa kok, pakai Aupairworld. Pakai bahasa Inggris juga bisa. Banyak kok GF yang suka kalau anda punya kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Untuk info lebih jelas. Kalian bisa baca-baca di sini http://jermandes.kelasnusantara.com/melanjutkan-studi-kuliah-ke-jerman-lewat-agen-vs-tanpa-agen/

http://archive.kaskus.co.id/thread/1525264/ 
Liebe Grüße,
Etha