Clearance Sale Buku-Buku Bahasa Jerman

Hallo readers,

hari ini aku mau ngadain clearance sale untuk buku- buku bahasa Jerman milikku yang sudah tidak dipakai.

Ga cuma buku deh, ada juga benda-benda yang aku beli di Jerman. Check it out.

Buku ajar “Wolkenkratzer”, aku beli di Jerman 20€. Aku jual Rp.250.000 saja.

CD Klassenraum B1. Rp. 50.000 saja.

Kamus bahasa Inggris – Jerman, Jerman – Inggris dari Langenscheidt. Rp. 80.000 saja.

Kupluk Winter Rp.70.000 saja.

Look at this Video! Banyak Kata kerja dalam bahasa Jerman yg tidak beraturan. Bagaimana pengkonjugasiannya. Dengan alat ini mempermudah kalian dalam belajar. Rp.100.000 saja.kondisi baru.
Minat?

Baju traditional Jerman “Dirndl” Rp.750.000

Wa: 08990000178

Line: ethariesta

Advertisements

Things To Do in Dresden, Germany

Dresden, 18 Dezember 2016

Sebelumnya tidak pernah terpikir untuk mengunjungi kota cantik di belahan Eropa ini. Kota yang terletak di negara bagian Sachsen dan berbatasan dengan Negara Polandia dan Republik Cheko. Kota yang memiliki arsitektur seperti jaman abad pertengahan (Mittelalter), kota yang dahulunya adalah bagian dari Jerman timur, kota yang masih terdapat banyak anti Islam dan imigran. Apa saja yang wajib dikunjungi di Dresden?

1. Die Sächsische Schweiz (Bastei)

Apa itu Sächsische Schweiz ? Apa itu terletak di Swiss? Ini adalah sebuah tebingan setinggi 190 m di daerah Bad Schandau,Dresden. Dinamakan begitu, menurut literatur, karena nama tersebut dimunculkan oleh 2 orang mahasiswa asal Swiss, yang merasa tempat ini mengingatkan mereka akan kampung halamannya, jadilah diberi nama Swiss di negara bagian Sachsen, kemudian nama tersebut menjadi populer. 

Tebingan ini terletak di dekat sungai Elbe. Di Areal ini terdapat jalan setapak, yang biasa digunakan pengunjung untuk mencapai puncak tebingan. Agak melelahkan sih memang, tetapi, begitu sampai di atas, kamu pasti tidak akan berhenti bersyukur, bisa melihat pemandangan seindah itu. Bayangkan loh, tempat ini sudah dibangun sejak abad ke-18. 

Indah banget kan? Kapan-kapan aku buat videonya deh, biar bisa liat lebih banyak. 

Oia, jalan-jalan ke tempat ini murce loh, murmer banget. Apalagi, kalau kalian pergi dalam rombongan. Bisa sampai 5 orang, pakai Gruppenticket cuma 21€. Jadi perorang hanya membayar 4,2€ atau sekitar 60ribu PP. Start Form Dresden ya. Karena saat itu, kami sudah memiliki Monatskarten atau kartu kereta bulanan di kota Dresden. Sementara lokasi ini berada di zona 3, jadi kami hanya membayar untuk 2 zona. 

Rutenya adalah Start Form Dresden Hauptbahnhof naik Regionalbahn S1 ke arab Bad Schandau dan turun di Kurt Ort Rathen. Setiba di sana, kalian harus naik kapal penyebrangan, untuk menyebrang di sungai Elbe menuju lokasi. 1€ untuk sekali menyebrang, tapi kalau kalian membeli Tageskarte, harganya menjadi lebih murah, hanya 1,8 € saja.

Saat itu musim dingin, akan tetapi salju belum juga turun, jadi cuaca sangat dingin dan berangin, ditambah hujan dan berkabut. Awalnya kami berpikir bahwa kami tidak akan sanggup berada di luar dengan cuaca sedingin dan selembab itu. Namun itu tidak menghalangi kami untuk menuju ke atas. Tapi ternyata, saat kami menanjak, kami mengeluarkan banyak keringat, jadi sama sekali tidak dingin.

tapi ternyata, kabutnya membuat suasana menjadi sangat romantis loh. Di atas, kami seperti berada di atas awan.

Jadi tunggu apalagi. Selain bisa berolahraga, kalian juga bisa bertafakur alam melihat keindahan pemandangan di sana. 🙂

Next (next time ya, kalau ada waktu nulis lagi). 

Beispiel Schreiben A1 Teil 2

Bagian menulis untuk ujian A1 memang bagian yang cukup sulit untuk peserta ujian sertifikat Goethe A1, karena peserta dituntut untuk memproduksi kalimat. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh menulis untuk ujian A1 bagian kedua.

Wie schreibt man eine E-Mail oder einen Brief für die A1-Prüfung? Hier gebe ich ein Beispiel.

Contoh ujian diambil dari situs Goethe

 Sebelumnya saya terjemahkan terlebih dahulu situasi dan perintah-perintah yang terdapat di dalam Surat di atas.

“Anda ingin mengunjungi Dresden pada bulan Augustus. Tulislah Surat kepada bagian informasi turis:

-Alasan anda menulis Surat.

– Informasi mengenai Film, museum-museum dan program budaya.

– Alamat Hotel?

Anda diminta menulis 1-2 kalimat pada setiap poin dan menulis minimal 30 kata.
1. Warum schreiben Sie?( Alasan anda menulis Surat).

Tipps sebelum anda menulis, bahwa Surat yang ditujukan kepada suatu instansi merupakan Surat resmi (formellen Brief). Oleh karena itu, gunakanlah bahasa yang sopan, dengan menggunakan Sie-Form. Dan oleh karena anda belum mengenal instansi tersebut, perkenalkanlah diri anda secara singkat. Contohnya:

Sehr geehrte Damen und Herren,

ich heiße Martina und bin 23 Jahre alt. Ich komme aus Freiburg. Im August möchte ich Dresden besuchen.

2. Information über Film, Museen und Kulturprogramm.

Bukalah pembicaraan dengan sedikit basa-basi. Misalnya tunjukkan bahwa anda tertarik dengan Programm budaya yang ada di Dresden dan anda meminta informasi mengenai Film dan museum-museum atau acara budaya lainnya. Begini contoh kalimatnya:

Ich finde Kulturprogramm in Dresden interessant. Können Sie mir bitte die Informationen über die Filme oder Museen in Dresden geben?

3. Hoteladresse.

Tulislah sedikit Fantasie bahwa anda menginap di suatu Hotel dan mintalah alamat Hotel. Dengan sopan tentunya. Begini contohnya:

Ich habe ein Zimmer im Hotel Borg reserviert. Können Sie mir die Hoteladresse geben? (Können Sie mich bitte die Hoteladresse informieren?)

Terakhir akhirilah Surat tsb dengan harapan bahwa si penerima surat bisa membalas surat anda. Begini contohnya:

Auf Ihre Antwort freue ich mich.

Mit freundlichen Grüßen,

Marina.

Semoga membantu anda dalam mempersiapkan ujian A1. 🙂

Sehr geehrte Damen und Herren,

ich heiße Martina und bin 23 Jahre alt. Ich komme aus Freiburg. Im August möchte ich Dresden besuchen.

Ich finde Kulturprogramm in Dresden interessant. Können Sie mir bitte die Informationen über die Filme oder Museen in Dresden geben?

Ich habe ein Zimmer im Hotel Borg reserviert. Können Sie mir die Hoteladresse geben? (Können Sie mich bitte die Hoteladresse informieren?)
Auf Ihre Antwort freue ich mich.

Mit freundlichen Grüßen,

Marina.

My Reflections on 2016

So many blessing di tahun 2016 yang ga bisa disebut Satu persatu. 

Di mulai dengan awal tahun Januari, dimana terhitung sejak bulan itu saya bisa mencapai cita-cita saya untuk bisa menjadi guru bahasa Jerman di Goethe Institut. Perjuangan 6 bulan selama masa Ausbildung atau pelatihan ternyata gak sia-sia. Bisa merasakan menjadi pengajar di situ buat saya pribadi adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, karena passion saya emang di situ, walaupun banyak rintangan juga.

Nikmat gak melulu soal uang. Di tahun ini juga masih selalu diberi nikmat sehat. Melihat berita-berita tentang orang yang menderita kanker atau berbagai penyakit lainnya membuat saya sangat aware tentang kesehatan. Saya takut dimasa tua nanti dijangkiti penyakit. Naudzubillahi mindzalik. Semoga di tahun 2017 ini saya bisa rutin berolahraga dan lebih Konsisten dalam menjaga kesehatan. Aamiin

Bersyukur juga hidup di negara yang masih bisa dibilang “aman”, jauh dari konflikt, bisa tidur dan makan yang enak. Bisa kumpul bersama keluarga ditengah kesibukan, punya temen-temen yang care. 

Akhirnya di bulan Desember ini tugas online DLL selesai. Hupfff…bisa nafas sebentar. Dan satu nikmat lagi yang tidak disangka-sangka yaitu bisa menginjakkan kaki lagi ke Jerman dan sekitar nya. Terima kasih kepada atasan saya yang mempercayakan saya berangkat ke sana dan Alhamdulillah membawa hasil yang baik. GW LULUS C1 dengan penuh perjuangan. 🙂

Akhir kata saya ucapkan. Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat di tahun 2016. Dan saya tutup dengan harapan-harapan saya untuk tahun 2017. Semoga di tahun 2017:

  • Saya bisa menjadi pribadi yang lebih positif, 
  • Ditambahin lagi stock sabarnya,
  • Sifat-sifat negatif bisa saya perbaiki atau minimal saya kurangi,
  • Ga mau cepet menilai orang dari sikapnya, 
  • Bisa memperbaiki ibadah, kalau bisa lebih tepat waktu sholatnya, 
  • Jangan keseringan menunda-nunda pekerjaan, 
  • Bisa mengurangi kecanduan bermain sosial media, #noted
  • Bisa lebih sabar menghadapi macam-macam orang ketika diperjalanan,
  • Bisa lebih amanat menjalankan tugas sebagai guru atau menyampaikan ilmu.
  • Bisa lebih Adil memperlakukan murid-murid,
  • Bisa ngurangin kecendrungan belanja online maupun non online, intinya jangan boros. Inget! Beli barang yang kamu butuhkan saja, ta!
  • Bisa lebih bersyukur lagi, kurangin mengeluh!
  • Dan semoga hal yang belum bisa terlaksana di 2016 bisa tercapai di 2017. Allahuma aamiin. 

Ein Beispiel der Statistikbeschreibung C1

Bei der C1-Prüfung sollen die Prüflinge eine Statistik beschreiben. Hier Teile ich meine Statistikbeschreibung aus meinem C1-Kurs. Wenn es Fehler auftaucht, bitte ich um Ihre Korrektur.

Hier ist ein Beispiel aus Übungsatz 01, Goethe Zertifikat C1.

Kinder beurteilen Kinder.

1. Welche Ergebnisse der Grafik finden Sie besonders interessant oder überraschend?

Die Statistik stellt die Beurteilung der Kinder von den anderen Kindern in Deutschland dar. Die Befragten waren Kinder im Alter von 8 bis 11 Jahren. Die Daten wurden von Globus erhoben und erfolgen im Prozent.

Die Statistik ist für mich erstaunlich. Nach der Angabe der Grafik ist es nicht nur für die Jungen, sondern auch für die Mädchen sehr wichtig, dass sie immer zu ihren Freunden halten. Es ist auch festzustellen, dass 86 bis 90 % der Kinder viel Wert auf die Hilfsbereitschaft legen. Meines Erachtens fühlen die Kinder sich nicht allein, wenn die anderen ihnen in schwierigen Situationen helfen. „Gut in der Schule sein“, „gut aussehen“ und „sportlich sein“ liegen im mittleren Feld. Meine Auffassung dazu ist, dass die Kinder weniger Wert auf diese Dinge legen. Wichtiger für sie ist, dass sie Freude mit Freundschaften haben. Hierzu kann man als gutes Beispiel anführen, dass sie viel lachen und lustige Freunde haben.

2. Welche Rolle spielt das familiäre Umfeld für die Entstehung und Entwicklung von Freundschaften?

3. Welche Bedeutung haben Freunde allgemein für unser Leben?

Freunde spielen eine bedeutsame Rolle nicht nur für die Kinder, sondern auch für die Erwachsenen. Menschen brauchen ein gutes soziales Umfeld, um ihre Schwierigkeiten zu teilen oder um die Unterstützung zu bekommen und zu geben.

4. Welche Eigenschaften bei Ihren Freunden waren Ihnen in Ihrer Kindheit wichtig?

Als ich noch klein war, hatte ich viele Freunde. Wir haben oft draußen gespielt. Für mich persönlich halte ich die Ehrlichkeit, die Hilfsbereitschaft und den Spaß bei der Freundschaft für am wichtigsten. Wenn jemand mich anlügt, wird es für mich schwer, unsere Beziehung zu verbessern. Ich brauche auch Freunde, die immer für mich da sind. Nicht nur in meinen guten Zeiten, sondern auch in meinen schlechten Zeiten.

5. Was kann ein Kind zu einem Außerseiter machen?

Zum Glück hatte ich viele Freunde, so war ich keine Außerseiterin. In Bezug auf Außerseiter spielt die Familie eine große Rolle. Die Eltern sollten ihre Kinder nicht begrenzen und ihnen vorschreiben, mit wem sie spielen dürfen. Natürlich sollen die Kinder nur mit lieben Kindern spielen. Meine Überzeugung ist, dass die Kinder draußen spielen dürfen oder sich nicht immer nur mit Ipad oder Smartphone beschäftigen sollten.

Zusammenfassung

Abschließend lässt sich dazu anmerken, dass schöne Erinnerungen aus der Kindheit länger halten, wenn die Kinder erwachsen sind. Lassen Sie die Kinder ihre Umfelder näher kennen lernen.

Ich hoffe, dass ich Ihnen helfen kann. Auf Ihre Feedbacks freue ich mich :).

Ujian Berbicara Seritifikat A1 Bahasa Jerman

Guten Tag!

Untuk bisa lulus dalam menempuh ujian Sertifikat bahasa Jerman tingkat A1 di Goethe Institut, seseorang harus mempunyai kompetensi tidak hanya menulis (schreiben) dan membaca (Leseverstehen), tetapi juga mendengar (hören) dan berbicara (sprechen).

Sekarang saya mau membuka rahasia, bagaimana caranya bisa lulus ujian sertifikat A1 Bahasa Jerman bagian berbicara (Sprechen A1).

Ujian berbicara terdiri dari 3 bagian ( Teil I, Teil II und Teil III).
Berikut saya jelaskan bagaimana bentuknya dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Bagian Pertama (Teil I)
Pada ujian berbicara bagian pertama, seseorang dituntut untuk bisa memperkenalkan dirinya dalam bahasa Jerman. Adapun poin-poin yang harus disebutkan adalah berikut ini:

image

Ada 7 poin yang harus disebutkan seperti gambar di atas dan berikut ulasannya.
– Name
Menyebutkan nama dalam bahasa jerman ada beberapa alternativ, misalnya:

  • Mein Name ist Maria Schiller/
  • Ich bin Maria Schiller/
  • Ich heiße Maria Schiller.

Dengan menyebutkan nama seperti itu sudah cukup, namun akan terlihat lebih bagus jika peserta ujian menambah sedikit informasi seperti contoh di bawah ini:

  • Schiller ist mein Vorname. Viele Freunde nennen mich Maria.


– Alter

Untuk menyebutkan umur, anda bisa menggunakan kalimat ini:

  • Ich bin 23 Jahre alt.


– Land

Peserta ujian harus menyebutkan darimana ia berasal. Berikut alternativnya.

  • Ich komme aus Italien.
  • Ich bin aus Italien.


– Wohnort

Sebutkan juga dimana Anda tinggal. 

  • Ich wohne in Berlin.
  • Ich lebe in Jakarta.


– Sprachen

Sebutkan juga bahasa apa yang anda kuasai.

  • Ich spreche Englisch, Spanisch und Französisch.
  • Ich kann Deutsch sprechen.
  • Meine Muttersprache ist Indonesisch, aber ich kann Englisch und ein bisschen Deutsch sprechen.

    Beruf

    Ceritakan apa pekerjaan anda saat ini. berikut alternatifnya:

    • Ich bin Schülerin/ Student.
    • Ich arbeite als Arzt.
    • Ich bin Sekretärin von Beruf.
    • Ich arbeite bei Siemens.


    Hobby

    Ceritakan apa hobbymu.

    • Mein Hobby ist Fußball.
    • Meine Hobbys sind Fußball und Schwimmen.
    • Ich lese Bücher in meiner Freizeit.

    Itu adalah test berbicara A1, bagian pertama (Teil 1). Hal yang harus ditekankan adalah, bahwa peserta harus menyebutkan semua poin, bila perlu latih juga bagaimana pelafalannya. Karena berpengaruh juga dalam penilaian.

    Untuk bagian kedua (Teil 2) klik disini.

    Indahnya Salju di Pegunungan Alpen

    10.12.2016

    Pukul 03.45 saya sudah bergegas dari kota München menuju Hackerbrücke, München ZOB (Zentrale Omnibusbahnhof), atau dalam bahasa Indonesia terminal bus. Saya harus mengejar Spätbus yang berangkat pukul 04.13.

    Beruntunglah saya sudah cukup tidur dan nanti bisa lanjut tidur di Bus. Perjalanan kali ini menuju sebuah tempat bermain Ski di pegunungan Alpen, Austria yang bernama Serfaus-Fiss-Ladis. Orang-orang sudah siap dengan peralatan ski nya, sementara saya tidak membawa apa-apa. 😀

    Ya, saya sengaja datang ke sini bukan untuk bermain ski, melainkan untuk melihat indahnya pegunungan Alpen dan bermain salju. Maklum, di Indonesia ga ada salju :p

    Perjalanan kali ini saya menggunakan bus “Tagesfahrt” yang artinya bus tersebut memang hanya untuk perjalanan dalam waktu satu hari dan ongkos perjalanan sudah untuk berangkat dan pulang (p.p).

    Bus yang saya gunakan dari travel Schneebeben. Untuk biaya nya menurut saya cukup terjangkau, 60€ atau sekitar RP.870.000. Dan di dalamnya sudah termasuk biaya untuk naik cable car atau Seilbahn sebesar 5€. 5€ tersebut hanya uang deposit untuk tiket masuknya, saat kita mengembalikan kartu, maka uang 5€ pun akan kembali. Jadi sebenarnya harga busnya hanya 55€ atau sekitar RP. 825.000.

    Saya jelaskan, mengapa itu lumayan. Bus itu sudah untuk tiket PP, tiket untuk Cable car di Areal pegunungan dan juga snack beserta sarapan. Cable car di sini boleh dipakai sebebasnya dan bisa untuk berkeliling area pegunungan.

    Saya cukup puas dengan pelayanan bus ini, walaupun saat berangkat agak terlambat. Namun ada yang menurut saya kurang pas, yaitu pelayanan dari pengendara bus, yang menurut saya sedikit kurang ramah. 😀

    Acara selesai pukul 18.30. Tapi saya pribadi tidak kuat bermain lama-lama di luar, karena semakin sore semakin dingin. Alhasil pukul 16.00 saya sudah Turin dan bersembunyi di Café untuk menghangatkan badan. 

    Saya sangat suka perjalanan ini, kenapa? Karena akhirnya saya bisa bermain salju. :D. Tahun 2014, saat Winter tidak ada salju, jadi saya sangat sedih saat itu. Untunglah punya kesempatan lagi bisa ke Europa lagi.

    Oh iya, dari yang saya dengar, salju di sini buatan. Karena salju belum turun dan daerah ini memang dikhususkan untuk para pemain ski. Walaupun, saya dengar di Alpen terdapat juga salju abadi. Tapi yang jelas bukan di sini. 

    Saya pun tidak lupa mengambil foto-foto saat di sana.

     
    Untuk yang ingin menikmati salju juga, bisa pakai jasa itu ya. Recomended kok 😉

    Jatuh Cinta Untuk Kedua Kalinya Pada Kota Praha

    5. Dezember 2016

    “Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan”, begitulah bunyi ayat Surat Ar-Rahman yang selalu mengajarkan ku untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmatnya.

    Maha baik Allah SWT. Pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Europa lagi. Kali ini semuanya sudah ditanggung perusahaan. 

    Saya berkesempatan untuk memperdalam lagi bahasa Jerman saya di Goethe Institut Dresden. Wah, kota ini berbatasan dengan kota Praha, yang menurut saya sangat indah dengan segala tata bangunannya. Kebetulan (walaupun di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah diatur oleh Allah SWT), teman sekelas saya ingin berkunjung ke kota Praha, Ibu kota Republik Cheko. 

    Waaahh… Saya langsung tertarik untuk ikutan, karena jaraknya tidak begitu jauh hanya 2 jam dari kota Dresden, Tampa pikir panjang saya langsung membeli tiket. Perjalanan kali ini kami menggunakan bus jarak jauh (Fernbus) bernama Flixbus. Fyi, anak muda di Jerman saat ini sangat gemar berjalan-jalan dengan menggunakan Fernbus loh. Kenapa? Betul sekali, karena harga tiket kereta yang bisa dibilang ” muahal”. Oh, iya, kemarin harga tiket bus saya yaitu 28,50€ atau sekitar Rp.450.000 p.p. Lumayan khaaann…

    Perjalanan kali ini bersama teman-teman yang berasal darin Mexiko, India dan Rusia. Di dalam bus kami hanya berbicara dalam bahasa Jerman lumayan lah untuk memperlancar bahasa saya yang masih stuck di tempat.

    Kami berangkat dari Dresden Hbf( Main Station) pukul 08.30, dan Tina di Kota Praha sekitar pukul 10.30. Ya, perjalanan kami memakan waktu 2 jam, kebayang kan betapa dekatnya. 🙂

    Di sana kami ditemani oleh salah Satu pegawai Goethe Institut Praha, dia adalah Kollegs darin teman saya yang berasal dari India. Waah.. Beruntungnya, jadi kami tidak perlu pusing mencari-cari jalan.

    Begitu sampai, kami berjalan-jalan sebentar sampai ke Jam Astrologi. Saat itu pukul 12.00, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan jam itu bergerak karena pergerakan matahari.

    Banyak banget kan, orang yang berkumpul?

    Setelah itu kami pun lapar dan pergi ke suatu restoran yang menyediakan makanan khas Praha. Cuaca yang sangat dingin membuat kami sangat lapar. Seperti biasa, orang asing selalu kaget dengan keberadaan tongsis a.k.a Tongkat Narsis/ selfie. Jadi, sebelum makan, kami bernarsis ria dulu. Kata salah Satu teman “Etha, keluarkan tongkat ajaib kamu”. Taraaa

    Di sana saya makan nasi risoto yang vegetarisch saja, untuk menghindari bahan-bahan makanan yang tidak diperbolehkan. 

    Perut pun sudah terisi, kami melanjutkan perjalanan ke Charles Bridge. Indahnya tata kota di sini membuat saya selalu ingin kembali bernostalgia di kota ini. Tahun 2014 saya sudah pernah ke kota ini bersama teman saya bisa dibaca di sini

    “Etha, keluarkan tongkat ajaibmu”

    Cuaca saat itu kurang bersahabat. Sangat dingin dan berkabut pada sore hari.-4°C bagi saya yang terbiasa tinggal di daerah tropis, itu sangat terasa dingin. 

    Bisa terlihat kan kabutnya?

    Kami pun pergi lagi ke suatu kedai untuk sekedar menghangatkan badan, misalnya dengan meminum kopi atau teh. Fyi, kali ini pelayannya agak kurang ramah. Mungkin, karena kami hanya memesan minuman, bukan makanan berat kali ya. Hehe.

    Pukul 20.30 kami kembali ke bus untuk perjalanan pulang. Begitu 15 menit bus berjalan, ada Satu penumpang yang terkenan Epilepsi. Wah, awalnya kami tidak tahu, mengapa bus berhenti di pom Bensin sangat lama. Kemudian salah Satu teman kami mengecek. Dan ternyata sudah ada mobil ambulance di samping bus kami. Penumpang tersebut berdalih untuk tetap ikut bersama bus kami, tetapi sang sopir tidak ingin mengambil resiko. Drama pun berlanjut sampai sekitar 1 jam dan membuat kami terlambat sampai Rumah. 00.15 kami Tina di Rumah dan sangat lelah, kedinginan, ada Drama. 

    Sekali lagi, tidak ada perjalanan yang mulus 100%. Akan selalu ada cerita dibaliknya, baik yang manis ataupun pahit. 🙂