Things To Do in Dresden, Germany

Dresden, 18 Dezember 2016

Sebelumnya tidak pernah terpikir untuk mengunjungi kota cantik di belahan Eropa ini. Kota yang terletak di negara bagian Sachsen dan berbatasan dengan Negara Polandia dan Republik Cheko. Kota yang memiliki arsitektur seperti jaman abad pertengahan (Mittelalter), kota yang dahulunya adalah bagian dari Jerman timur, kota yang masih terdapat banyak anti Islam dan imigran. Apa saja yang wajib dikunjungi di Dresden?

1. Die Sächsische Schweiz (Bastei)

Apa itu Sächsische Schweiz ? Apa itu terletak di Swiss? Ini adalah sebuah tebingan setinggi 190 m di daerah Bad Schandau,Dresden. Dinamakan begitu, menurut literatur, karena nama tersebut dimunculkan oleh 2 orang mahasiswa asal Swiss, yang merasa tempat ini mengingatkan mereka akan kampung halamannya, jadilah diberi nama Swiss di negara bagian Sachsen, kemudian nama tersebut menjadi populer. 

Tebingan ini terletak di dekat sungai Elbe. Di Areal ini terdapat jalan setapak, yang biasa digunakan pengunjung untuk mencapai puncak tebingan. Agak melelahkan sih memang, tetapi, begitu sampai di atas, kamu pasti tidak akan berhenti bersyukur, bisa melihat pemandangan seindah itu. Bayangkan loh, tempat ini sudah dibangun sejak abad ke-18. 

Indah banget kan? Kapan-kapan aku buat videonya deh, biar bisa liat lebih banyak. 

Oia, jalan-jalan ke tempat ini murce loh, murmer banget. Apalagi, kalau kalian pergi dalam rombongan. Bisa sampai 5 orang, pakai Gruppenticket cuma 21€. Jadi perorang hanya membayar 4,2€ atau sekitar 60ribu PP. Start Form Dresden ya. Karena saat itu, kami sudah memiliki Monatskarten atau kartu kereta bulanan di kota Dresden. Sementara lokasi ini berada di zona 3, jadi kami hanya membayar untuk 2 zona. 

Rutenya adalah Start Form Dresden Hauptbahnhof naik Regionalbahn S1 ke arab Bad Schandau dan turun di Kurt Ort Rathen. Setiba di sana, kalian harus naik kapal penyebrangan, untuk menyebrang di sungai Elbe menuju lokasi. 1€ untuk sekali menyebrang, tapi kalau kalian membeli Tageskarte, harganya menjadi lebih murah, hanya 1,8 € saja.

Saat itu musim dingin, akan tetapi salju belum juga turun, jadi cuaca sangat dingin dan berangin, ditambah hujan dan berkabut. Awalnya kami berpikir bahwa kami tidak akan sanggup berada di luar dengan cuaca sedingin dan selembab itu. Namun itu tidak menghalangi kami untuk menuju ke atas. Tapi ternyata, saat kami menanjak, kami mengeluarkan banyak keringat, jadi sama sekali tidak dingin.

tapi ternyata, kabutnya membuat suasana menjadi sangat romantis loh. Di atas, kami seperti berada di atas awan.

Jadi tunggu apalagi. Selain bisa berolahraga, kalian juga bisa bertafakur alam melihat keindahan pemandangan di sana. 🙂

Next (next time ya, kalau ada waktu nulis lagi). 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s