Hal-Hal Tidak Terduga Saat Ber-traveling

Traveling….a.k.a jalan-jalan, adalah kegiatan berpergian mengunjungi suatu tempat baru dengan tujuan menyegarkan pikiran. Yup, i like traveling. Traveling is my hobby.

Kebanyakan orang suka traveling, karena itu menyenangkan. Punya pengalaman baru, bisa melihat langsung objek wisata yang mungkin selama ini cuma bisa dilihat melalui media-media, seperti buku, televisi, atau internet.

Dengan semakin majunya teknologi saat ini, nge-trend nya sosial media, traveling menjadi ajang pamer foto. Hayo ngaku!! Tidak hanya foto, lokasi pun dipamerkan, dengan check-in di suatu tempat.

Oke itu beberapa contoh kenikmatan bertraveling. Tapi kalian pernah gak, ngalamin suatu kejadian tak terduga saat sedang bertraveling? Sekarang gue mau cerita sedikit soal kejadian-kejadian tak terduga yang pernah gue alamin saat bertraveling.

1. Paris
Kebanyakan orang ingin bertraveling dengan budget seminimal mungkin atau mereka mencoba jalan-jalan ala Backpacker. Dengan alasan inilah, gue dan salah seorang temen gue berangkat ke Paris dengan menggunakan jasa “Mitfahrgelegenheit” semacam “nebengers gitu. Soal Mitfahrgelegenheit pernah gue bahas sebelumnya. klik

Perjalanan berangkat berjalan dengan lancar, kami pun tiba di Paris dengan selamat sentosa, sampai di hotel yang udah dibooking sebelumnya. Bisa melihat langsung menara Eiffel yang mendunia dan sempet masuk Louvre Museum juga.

image

image

image

image
Ketemu Monalisa asli

Saat hendak pulang, kami janjian pakai Mitfahr yang sama. Ternyata eh ternyata si Mitfahrnya ini gak muncul dong.
Panik!!! Iya banget…. gimana nih kita bisa pulang ke Jerman?? Mikir secepat mungkin gimana caranya biar bisa pulang. Waktu itu udah pukul 15.00.
Kami masih nunggu di Gare du Nord sekitar 1 jam, tapi memang tidak ada tanda-tanda datengnya si Mitfahr ini. Ottoke???

Kami dateng ke pusat informasi, tanya-tanya pake bahasa Inggris. Iye bukan gue yang nanya. Udah lupa sama bahasa Inggris, untung temen gue jago. Mau coba naik ICE mahal banget dan udah ausgebucht a.k.a booked semua.

Terus gimana????
Beruntung gue masih bisa pakai internet, searching-searching akhirnya nemu. Kami harus ke stasiun Paris Est, lumayan deket dari lokasi kami. Dari sana kami naik TGV produknya SNCF (Deutsche Bahn nya France) sampai ke Metz Ville (41€), nyambung lagi ke Saarland (Deutschland)=17€, dari Saarland kami pisah, gue lanjut ke Frankfurt (47€) dan temen gue lanjut ke Bonn (40€).

image

Ini yang namanya mau untung jadi buntung. Sebagai pelajaran, Mitfahrgelegenheit gak selamanya bisa dipercaya. Lebih baik naik Fernbus yang sudah terpercaya. Doch, tapi gue masih suka pake Mitfahr, tapi gak lagi-lagi untuk keluar Jerman.

Sampe sekarang masih ngerasa bersalah sama temen gue itu, karena saran gue untuk menggunakan Mitfahr, malah gak bener.

2. Venezia, Italy
Ketinggalan kereta atau Zug verpasst adalah kejadian paling menjengkelkan di Jerman. Kenapa? Karena kereta berikutnya dateng setiap 30 menit.

Kejadiannya, saya dan salah satu teman saya berangkat terlalu mepet yakni pukul 5.24. Sementara kami harus tiba pukul 06.00
Weeewww….dan ternyata ketinggalan kereta. Das ist bescheuert…!!!!
Terus gimana???
Itu masih pagi-pagi buta, bus masih jarang dan taxi pun gak muncul-muncul. Mannnn….masa tiket kami harus angus sih???
Kami lari-lari cari taxi sampai ke tengah kota. Sekalinya nemu taxi, si sopir taxinya bilang “maaf itu lokasinya terlalu jauh”
Haaah??? Baru kali ini denger sopir taxi nolak rejeki gara-gara jaraknya kejauhan, gak butuh duit mas?

Satu hal yang ada di pikiran kami saat itu adalah, gimana caranya jam 6 kami harus tiba di Isartor München, saat itu kami berada di Passing, München.
Lari terus, sampai akhirnya nemu taxi. Pak sopir bilang, “das ist aber zu knapp” waktunya terlalu mepet kalau harus tiba jam 06.00. Dan kami pun harus membayar 25€ untuk taxi 😦

Hap! Hap!! Wir haben das geschafft!! Kami berhasil. Kami datang agak telat pukul 06.05, beruntung masih ada pemeriksaan tiket. Jadi bus nya masih belum jalan.
Dan inilah hasil foto2nya

image

image

image

Amsterdam
10. Mai 2014

Amsterdam, ibu kota Belanda, negara tetangga Jerman yang jaraknya cukup dekat dengan kota Essen, Jerman. Saat itu gue trip ber-5 sama temen gue. Kami berangkat jum’at malam dengan menggunakan tiket grup. biar murah. Kami berangkat pukul 00.00 dari Frankfurt. Tapi, karena kereta hanya beroperasi sampai pukul 02.00, kami pun harus menunggu sampai kereta berikutnya datang, kira-kira pukul 05.00. matik dingiiin banget di luar. Akhirnya kami, makan di resto kebab (biasanya buka 24 jam). Di sana banyak anak-anak muda. Salah satu diantaranya, ada sekelompok anak muda yang sepertinya tidak menyukai Ausländer atau orang asing. Mereka membicarakan kami dalam bahasa Jerman, kami pun mengerti. Merasa tidak nyaman, kami beranjak pergi. Dan cuaca di luar masih sangat dingin.

Akhirnya kereta datang. Kami pun tiba di kota Enschede, Belanda, perbatasan Jerman dengan Belanda. Tiket grup yang kami beli, hanya bisa di pakai sampai kota ini. Rencana awalnya, kami ingin membeli tiket grup ke Amsterdam dari kota ini. Sayangnya, sistem penjualan tiket grup, tidak seperti di Jerman, yang bisa dibeli secara mudah di mesin automat. Tiket grup di Belanda, hanya bisa di beli di minimarket seperti Hema, atau Albert Heijn. Tapi sayangnya tiket grup sold out

Sedih bukan main, gak bisa sampai Amsterdam. Sementara, kalau naik kereta, harus bayar 44€. Sebenernya gak terlalu mahal sih, tapi karena perginya rame2, gak mungkin kan. Cuma beberapa yang pergi, sementara yang lain nggak. Untuk menghilangkan kekecewaan, kami pun berkeliling kota Enschede, dan membeli oleh2 khas Belanda dan jalan-jalan ke kota Köln.

12. Desember 2014

Penasaran sama Amsterdam, gue akhirnya menemukan partner untuk nge-trip ke Amsterdam. Kali ini sama bule asal Bulgaria, temen sekelas di kursus. Gue kebagian tugas membooking. Saat itu gue booking di salah satu travel agent. Kemudian saat gue laporan ke temen gue ini, dia bilang ada yang lebih murah. Akhirnya gue membatalkan bookingan travel agent yang 1 dan membooking yang lebih murah.

Kemudian gue menerima email, yang isinya begini, jika melakukan pembatalan booking, dikenakan pembayaran sebesar 60%. Jegerr.. mau mati rasanya. Yup, auf jeden Fall harus di bayar. Kalo gak, polisi dateng ke rumah lo.

Tapi dibalik 2 cerita sial mau ke Amsterdam, gue berhasil menginjakan kaki di Amsterdam

image

image
Jalan jalan murah ke Amsterdam

Yup itu kejadian-kejadian tak terduga yang gue alami. Satu hal yang harus digaris bawahi, sebelum bertraveling sebaiknya dipersiapkan secara matang. Seperti contohnya, sebaiknya gue dan temen gue jangan ambil kereta yang terlalu mepet jaraknya dan jika ingin menghunakan jasa Mitfahrgelegenheit, perhatikan Bewertung atau ratingnya, Tinggi atau rendah. Kalau rendah sebaiknya pikir ulang, berarti reputasinya belum teruji. Kalau kalian punya pengalaman tidak terduga, boleh juga kok di share di sini.

Best regrads? 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Hal-Hal Tidak Terduga Saat Ber-traveling

  1. Haloo, boleh tanya mbak pakai kamera apa ya? bagus bgt foto2nya 🙂
    sering2 nulis ya mbak, penasaran sama pengalaman2 mbak di benua biruu #iri 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s