Aupair di Jerman Part II

Abend!
Banyak yang nanya, gue di Jerman ngapain si?
Di sini gue kerja sebagai Aupair.

Aupair itu apa sih?
Kata Au Pair berasal dari bahasa Perancis yang berarti “equal to” atau “setara dengan”. Maksudnya di sini, kedudukan seorang Au pair di dalam sebuah keluarga / Gastfamilie setara dengan anggota keluarga. Karena seorang Aupair dianggap sebagai anggota keluarga di keluarga asuhnya, mereka mendapatkan kamar sendiri, makan bersama keluarga, dan terkadang di ajak berlibur bersama keluarga asuhnya.

Aupair sebenernya pekerjaan untuk orang yang berumur 18 – 25/27 tahun. Mereka menetap di luar negeri selama 6 -12 bulan (ada juga yang sampai 18 bulan), dengan tujuan mencari pengalaman hidup di luar negeri, memperdalam bahasa asing, atau sekedar jalan-jalan ke luar negeri.

Begini, karena gue dulu studi Bahasa Jerman, jadi gue kerja jadi Aupair di Jerman. Gue ke Jerman karena emang pengen praktekin bahasa Jerman gue :). Tapi serius, di sini ternyata banyak banget kosakata atau bahasa sehari-hari / Umgangsprache yang ga gw dapet dari kampus. Jadi di sini bener-bener Learning by doing.

Pekerjaan Aupair Ngapain Aja Sih?
Seorang Aupair ditugaskan untuk merawat anak-anak di keluarga asuh mereka. Semacam Baby sitting. Keluarga yang memiliki Aupair biasanya keluarga dengan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan, sehingga ga punya waktu untuk ngerawat anak-anaknya.

Seorang aupair ditugaskan untuk merawat anak-anak, mulai dari memakaikan baju, mengantar dan menjemput anak ke Kindergarten atau Taman Kanak-kanak, menyiapkan makan dan menyuapinya, bermain dengan anak-anak, bahkan mengantarnya tidur dengan membacakan dongeng. Untungnya gue ga disuruh nganterin anaknya tidur :p

Awalnya gue pikir kerjaan kayak begini menyenangkan. Karena gue suka main sama anak-anak, pengalaman main sama keponakan. Tetapi ternyata, ga seperti yang dibayangkan. Anak-anak di Jerman, kalau bisa dibilang setipe, mereka keras, pembangkang, dan suka berteriak. (Berdasarkan cerita2 yang saya dengar dari rekan-rekan sesama aupair). Jangan pernah bandingin sama anak-anak Indonesia yang lucu dan sopan (walaupun ada juga yang ga).

Kenapa mereka keras? Karena dari kecil, mereka memang dididik secara keras. Misalnya saja, mereka tidak boleh terlalu lama menonton tv. Mereka benar-benar menerapkan peraturan yang dibuat orang tuanya. Kebetulan anak asuh saya ini hanya boleh menonton tv di atas jam 6 malam, selebihnya tidak boleh. Pernah suatu ketika anak asuh saya menonton tv jam 2 siang, kemudian malam hari ia mendapat Fernsehverbot atau larangan menonton tv malam hari.

Saya juga tidak bisa menyamaratakan bahwa didikan di keluarga Jerman semua begitu keras. Mungkin ada juga yang tidak.

Oh iya, Aupair juga diminta untuk membantu pekerjaan dalam rumah tangga, seperti mencuci pakaian, tapi serius di sini semua pakai mesin dan itu ga berat, ga perlu lagi dibilas, mesinnya otomatis. Bahkan kalau saat Winter mereka menggunakan mesin pengering yang benar2 langsung kering. Mereka juga menggunakan mesin pencuci piring. Kalau urusan pekerjaan rumah sih ga terlalu berat, yang mlelahkan itu, kalau harus stand by jagain anak-anak. Apalagi kalau anaknya super aktif. Kebetulan anak yang harus saya jaga ini, tergolong super aktif bukan hyperaktif ya. Nih anak ga bisa berhenti ngomong, jadi lumayan capek ngejawab semua pertanyaannya dia. 😦

Berapa Lama Seorang Aupair Harus Bekerja?
Seorang Aupair biasanya bekerja selama 30 jam dalam seminggu. Yang berarti mereka bekerja selama 5 x 6 jam dalam seminggu. serius? sebentar banget.

Terkadang mereka juga harus bekerja pada saat Wochenende atau akhir pekan. Itu yang tertulis dalam kontrak. Pada kenyataannya berdasarkan pengalaman saya, saya harus bekerja lebih dari 6 jam sehari, bahkan sangat lebih. Saya harus bangun pukul 6.30 pagi dan pekerjaan benar-benar telah selesai pukul 20.00.

Karena saya bekerja di rumah, jadi tidak ada aturan yang pasti seperti di sebuah perusahaan. Awalnya saya banyak mengeluh, tapi saya selalu berpikir positif dengan kembali lagi ke tujuan awal saya melakukan Aupair.

TUJUAN SAYA DI SINI UNTUK BELAJAR DAN MENGAMBIL SERTIFIKAT BAHASA JERMAN.

Apa Sih Keuntungan Menjadi Seorang Aupair?

1. Menyelami Budaya Negara yang di Tuju
Banyak keuntungan menjadi seorang Aupair, salah satunya bisa menyelami budaya suatu negara. Kita bisa menikmati nikmatnya makanan khas Jerman, mengetahui kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat mereka, mengetahui karakter orang Jerman, musik-musik dan perayaan.

Di Jerman cukup banyak perayaan, salah satunya yang paling ditunggu-tunggu yaitu Weihnachten atau hari natal. Saya juga menunggu-nunggu natal tiba, kenapa? karena di musim natal ada Weihnachtsmarkt atau pasar kaget gitu, ada Karuosel, game-game, dll. ich freue mich schon auf Weihnachten (saya sudah menanti-nanti natal).

2. Memperdalam Bahasa Asing di Negara yang Kamu Tuju

Aupair tidak hanya ada di Jerman, di negara-negara Eropa lain juga banyak yang mencoba peruntungan dengan menjadi Aupair, bahkan di Amerika dan Australia juga. Menjadi Aupair tidaklah buruk, contohnya saja, anak dari tetangga saya bekerja sebagai Aupair di Amerika, walaupun ia berasal dari keluarga yang cukup berada. Sekali lagi, mereka ingin memperdalam bahasa asing yang mereka pelajari.

Serius di sini saya banyak learning by doing . Kebiasaan mengobrol sehari-hari dengan Gastfamilie atau keluarga asuh, bisa mengasah kemampuan berbahasa Jerman saya. Kebetulan saya mendapat Gastmutter atau ibu asuh yang memang senang mengobrol, tidak hanya seputar pekerjaan atau anak-anak tetapi juga hal-hal umum lainnya seperti Film (kebetulan kami memiliki hobi yang sama, suka menonton film), kehidupan rumah tangga, ia suka memberi wejangan-wejangan soal kehidupan berumahtangga :p.
Oh iya satu lagi, yang saya senang, ia suka sekali mengoreksi grammatik bahasa Jerman saya. Saya tidak keberatan, justru saya senang. Dengan begitu, saya menjadi semakin tahu, mana yang benar dan mana yang salah. Danke schön 🙂

Tidak hanya dengan banyak mengobrol, Aupair juga mendapatkan hak untuk kursus bahasa Jerman di tempat-tempat kursus seperti Volkhochschule yang memang menawarkan kursus bahasa dengan harga yang terjangkau. Itu tergantung keluarga asuh, ada juga yang tidak menawarkan fasilitas tersebut.

3. Bisa Traveling
Mumpung tinggal di luar negeri, tidak ada salahnya untuk bertraveling alias jalan-jalan. kapan lagi? Saya tinggal di sini selama 1 tahun, rasanya sayang sekali kalau waktu yang ada tidak dipakai untuk menjelajah Jerman bahkan Eropa. Kesempatan tidak datang 2 x, belum tentu saya bisa balik lagi ke Jerman. (kecuali bisa jadi konglomerat yang bisa tiap tahun traveling ke Eropa).

Itulah alasan saya suka jalan-jalan di sini. Visa di Jerman itu visa Schengen yang artinya, bisa berlaku di negara-negara Eropa Union, termasuk juga Swiss. Makanya saya suka menabung demi untuk bisa jalan-jalan :p I Love Traveling

Terus Apa Kerugiannya atau kekurangannya?
Ada sisi positif, ada sisi negatif juga dong.

1. Heimweh alias Homesick
Tinggal selama 1 tahun di luar negeri, jauh dari keluarga, teman-teman, pacar. Pasti timbul perasaan yang namanya Heimweh alias homesick perasaan rindu sama keadaan rumah, tanah air, teman-teman. Perasaan itu pasti muncul. Bahkan pernah saking heimwehnya saya skyoe dengan keluarga sampai nangis, duh itu rasanya sedih banget, apalagi waktu perayaan lebaran kemarin, sendiri, jauh dari keluarga, ga bisa makan opor ayam atau rendang.. berat rasanya

2. Kulturschock alias bentrok budaya

Tinggal di negeri orang dengan budaya yang berbeda, sudah pasti banyak hal-hal yang bisa dibilang tidak biasa dan jika kita tidak bisa beradaptasi, itu pasti sulit buat dijalanin. Soal Kulturschock ini sudah pernah saya bahas sebelumnya (klik).

3. Banyak Waktu Terbuang
1 tahun waktu kita terbuang hanya untuk mencari pengalaman. Apalagi, dengan umur saya yang sudah berkepala 2 dan banyak teman-teman yang sudah melanjutkan hidupnya ke jenjang berikutnya. Itu rasanya berat, setiap lihat social media, si A udah nikah, besok si B. Duuhh.. pusing ya sama pertanyaan kapan nikah? maaf jadi curhat, hehe
Belum lagi nanti ketika balik ke tanah air masih harus mencari pekerjaan. Tapi inget, “tidak ada yang sia-sia dari apa yang kita lakukan, suatu saat ini semua ada manfaatnya”. Saya juga banyak melihat, teman-teman yang sudah balikke tanah air, mereka bisa sukses. Saya juga pasti bisa. aamiin

1 tahun waktu yang cukup lama, makanya di sini saya berusaha memanfaatkan waktu yang ada. Dengan meluangkan waktu untuk memperdalam bahasa Jerman melalui membaca buku atau menonton film.

sekali lagi, kehidupan menjadi Aupair tidak selalu seindah foto-fotonya (ini pesan dari teman saya), kalau tujuan kalian Aupair hanya bisa untuk menjelajahi Eropa itu salah besar. Diperlukan mental baja untuk menghadapinya. Karena terkadang keinginan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tidak semua 100% mulus. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan Man denkt, Gott lenkt… manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan lah yang menentukan semuanya. Misalnya saja, kita tidak mendapatkan Gastfamilie yang sesuai dengan harapan kita, bagaimana caranya kita untuk berusaha akzeptieren atau menerima keadaan yang memang sudah menjadi takdir kita”

SALAM SUPER!!

Advertisements

19 thoughts on “Aupair di Jerman Part II

  1. suka banget baca Part II ..bener banget “umgangsprache” kadang lucu N ngebingungin dengernya,klo dikelas qt diajarin kudu Grammatik , sementara umgangsprache nda gitu namanya juga bahasa sehari2 / bahasa gaul , misalnya aja dikota Mannheim tempat aq tinggal kebanyakan mereka ngomong amat Mannheimer sejati alias jauh dari Hehhhgramatik,tapi klo kita dah bisa dikit ngerti bahasa gaul meraka lebih enak komunikasi jd nyambung nda oon alias babaliet hihihi..salam super 🙂

  2. Aaaaahhhh baru tau kamu punya blog ka etha! Suka sekali bacanyaaaa. Terus tulis pengalaman disana ya kak. Tambah mupeng mau ke sana hahaha

  3. hallo ethariesta,
    temen kursus saya dulu ada yang aupair juga lho. kalo saya bilang gak ada waktu yang terbuang cari pengalaman seperti ini.
    bener lho. anak-anak kedokteran yang praktek di rs tempat saya bekerja misalnya rata-rata setelah menyelesaikan abitur mereka punya pengalaman mandiri tinggal setahun di luar negeri entah jadi relawan di afrika atau kerja serabutan di amerika atau australia. pulang-pulang jadi sudah mantap mau ngapain setelah itu.
    salam
    /kayka

  4. hai kak! aku mau tau dongg… kalau di Jerman itu orang tuanya pada kerja/sibuk? keliatannya anak2 disana yg aku tau dr blog kk jarang sm ortunya. malah aupair-nya yg super lelah hehehe:D

  5. Hallo Mbak Etha, aku lagi browsing mengenai Au Pair dan nemu blog ini hehe
    Aku juga lagi mau coba untuk jadi Au Pair nih mbak, baru aja aku daftar di situs agency penyalur Au Pair.
    Boleh minta kontaknya nggak?
    Aku mau tau lebih banyak tentang Au Pair hehe
    Terima kasih 🙂

  6. Hai hai Frau Etha :*
    Mau nanya dong, kemarin cari-cari website aupair gitu kan di internet, lalu ternyata ada lebih dari 2 website aupair gitu, nah yang frau etha pakai itu yang mana ya?
    Lalu, kan perjanjian kerja aupair itu 5*6jam, lebih dari itu kita dibayar atau iklas aja gitu? haha
    oh ya, adakah waktu liburan panjang yang dikasih selama jadi aupair oleh keluarga disana?
    danke Frau :*

    1. Hallo Gita,

      Untuk mencari GF( Gast Familie) kamu bisa cari di sini https://www.aupairworld.com/de

      Biasanya tertulis di kontrak lama waktu kerja kamu. Kalaupun lebih, itu tergantung keluarganya apakah dia berbaik hati untuk menambah atau tidak. Karena sistemnya kekeluargaan, biasanya GF tidak kasih tambahan berupa uanh, mungkin hanya tambahan pulsa atau dalam bentuk lainnya.

      Waktu libur, tenang… di Jerman banyak banget waktu libur. Di hampir Setiap musim ada jatah liburnya. Winter, Sommer, Herbst dan Osterferien.

      Waktu yang paling lama adalah pada saat Sommer, anak2 biasanya mendapat jatah libur selama 6 minggu. Tergantung GF, kamu dikasih waktu berapa lama.

      1. Ho.. gitu ya!

        Wah asik ya bisa Traveling dong! Paling lama dulu disana frau dikasih berapa hari?

  7. Hai, mau nanya dong.. aku baru aja diterima sebagai Au Pair untuk keluarga di Berlin. Mau nanya untuk referensi, uang saku yg kamu terima per bulan dari GF berapa? (keluarga ak menawarkan 260 euro), kalo biaya kursus Deutsch itu ditanggung kamu sendiri apa sama keluarga? Just want to make sure, kalo liat di beberapa blog Au Pair biasanya ditanggung oleh GF kita..

    1. Hallo. Aku dulu per Monat 260 € + 50€ untuk ongkos bus, karena aku tinggal di pinggir kota. Aku dibiayain kursus. Tidak semua GF menawarkan kursus, karena sekarang bukan lagi kewajiban. Tapi sesuai undang2 mereka harus menyiapkan 50€ untuk biaya kursus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s